KABUPATEN BANDUNG – BERITASEJABAR.id – Warga Komplek Cibiru Asri, Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, menggelar acara Halal Bihalal pada Jumat (03/04/2026). Bertempat di Masjid Nurul Asri, kegiatan yang dilaksanakan usai salat Isya ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan, serta dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, dan seluruh warga setempat.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Asri, Dr. H. Utang Rosidin, SH., MH. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah serta menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat.
“Momentum Halal Bihalal ini harus kita jadikan sebagai sarana mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta meningkatkan kualitas keimanan dan kebersamaan di lingkungan kita,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan pengurus RW 17 yang disampaikan oleh Sekretaris RW, Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Ag, M.Pd, M.Esy, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh warga.
“Kami mewakili pengurus RW 17 mengucapkan Minal Aidzin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong di lingkungan kita,” ungkapnya.
Kegiatan semakin bermakna dengan adanya tausiyah agama yang disampaikan oleh Ust. H. Irfan Firmansyah, S.Pd.I., M.Pd, selaku Manajer Karya Imtaq. Mengangkat tema “Bolehkah Aku Menyesal?”, Ustadz Irfan mengajak seluruh jamaah untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri.
Ia menegaskan bahwa penyesalan sejatinya harus menjadi pintu perubahan menuju kebaikan, bukan sekadar perasaan sesal tanpa tindakan. Dalam ceramahnya, ia menguraikan beberapa hal yang seringkali menjadi sumber penyesalan, seperti menyia-nyiakan waktu, salah dalam memilih pergaulan, hingga tidak memaksimalkan momen ibadah.
Beliau juga mengangkat kisah Nabi Yunus AS sebagai pelajaran berharga tentang pentingnya kesadaran diri dan kembali bertobat kepada Allah SWT.
“Penyesalan itu harus menjadi bahan introspeksi. Jangan sampai kita baru sadar setelah waktu berlalu. Gunakan kesempatan hidup untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan,” jelasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta kesadaran untuk terus memperbaiki diri dapat terus tumbuh dan terjaga di tengah masyarakat.
(Ajunaedi)





























