H.Saeful Bachri Lestarikan Budaya Sunda Melalui Program Dewan Menyapa di Baleendah.

0
73

BALEENDAH – KABUPATEN BANDUNG – BERITASEJABAR.id – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Saeful Bachri, SH., M.AP., dari Fraksi Partai Demokrat, menggelar acara “Dewan Menyapa” berbasis budaya di Lapangan Blok H Komplek Bojongmalaka Indah (BMI), Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (23 November 2025). Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa, khususnya budaya Sunda, di kalangan masyarakat.

Acara ini diramaikan dengan berbagai kegiatan olahraga, senam pagi massal, penampilan kreasi seni budaya setempat, dan pembagian door prize dengan berbagai hadiah menarik. Selain itu, terdapat juga gerai Gerakan Pangan Murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, daging, telur, ikan, sayuran, dan buah-buahan dengan harga terjangkau.

Dalam keterangannya, H. Saeful Bachri menjelaskan bahwa program Dewan Menyapa ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan kesenian yang ada di Jawa Barat. “Kami ingin memastikan bahwa kesenian Sunda tidak punah dan generasi muda kita tetap mengenal serta mencintai budayanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saeful Bachri menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada para pelaku seni agar mereka dapat terus berkarya dan mengembangkan potensi diri. “Saya ingin mendorong para pegiat budaya untuk merasakan kehadiran dan manfaat dari program ini. Melalui kegiatan ini, berbagai padepokan seni dapat menampilkan kreasinya, sehingga mereka semakin bersemangat untuk mempertahankan budaya yang ada di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bandung,” tambahnya.

Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat dan Ketua Harian Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Saeful Bachri juga menuturkan dukungan dari DPRD Provinsi Jawa Barat berupa regulasi. “Kami sedang merancang inisiatif dewan berupa rancangan peraturan daerah (Perda) tentang pemajuan kebudayaan di Jawa Barat. Alhamdulillah, rancangan Perda ini sudah disahkan dan diusulkan, dan Insya Allah akan segera dibahas lebih lanjut dalam pansus yang melibatkan berbagai pihak,” jelasnya.

Rancangan Perda ini diharapkan dapat menampung berbagai keluhan dan permasalahan dalam upaya memajukan kebudayaan daerah Jawa Barat, termasuk seni budaya, situs-situs bersejarah, bahasa, dan aksara Sunda. “Kami perlu menyampaikan kembali kepada masyarakat agar nilai-nilai budaya dan kebudayaan tidak hilang di Jawa Barat. Selama ini, banyak anak muda kita yang tidak mengenal aksara Sunda dan cara membacanya,” kata Saeful Bachri.

Dalam hal pembinaan kepada para pelaku seni, Saeful Bachri menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung pengembangan seni dan budaya. “Kami akan tetap mendorong agar nilai-nilai kegiatan ini dapat berjalan terus setiap tahunnya, dengan anggaran yang dialokasikan untuk pelatihan, pentas seni, serta penghargaan bagi para pelaku seni dan budaya di Jawa Barat,” tandasnya. Kemitraan dengan dinas kebudayaan akan terus diperkuat untuk memastikan program-program tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ajunaedi/Minggu 23 November 2025.