KOTA BANDUNG – BERITASEJABAR.id – Kamis, 30 April 2026 – Suasana meriah menyelimuti acara Grand Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung yang digelar hari ini. Acara ini dihadiri langsung oleh Walikota Bandung, Mohammad Farhan, didampingi oleh Bunda Literasi Kota Bandung, Yanti Farhan,Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Dewi Kania Sari,serta jajaran perangkat daerah termasuk para Camat, Lurah, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung.Dilaksanakan di Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan ( Disarpus ) kota Bandung.Kamis,30 April 2026.
Dalam sambutannya, Walikota Farhan menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap antusiasme masyarakat yang hadir. Ia menekankan bahwa dunia literasi memiliki dampak yang sangat besar meskipun seringkali hanya digeluti oleh sebagian orang. Menurutnya, kehadiran lebih dari 10.000 pengunjung membuktikan bahwa minat baca masyarakat Kota Bandung sangat tinggi.
Manfaatkan Teknologi, Jangan Terintimidasi
Walikota Farhan juga memberikan pandangan bijak terkait perkembangan zaman. Ia mengajak masyarakat untuk tidak merasa terintimidasi oleh kemajuan teknologi seperti TikTok atau YouTube. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan dengan baik.
“Jangan pernah merasa terintimidasi oleh teknologi. Justru kita harus berpikir bagaimana caranya teknologi bisa kita manfaatkan. Informasi di media sosial biasanya singkat, paling lama 1 menit. Untuk mengerti konteksnya, kita harus punya latar belakang pengetahuan yang kuat, dan itu didapat dari literasi,” ujar Farhan.
Ia menegaskan bahwa tanpa literasi dan kecakapan membaca, masyarakat akan terancam kehilangan pemahaman terhadap informasi-informasi penting.
Perpustakaan sebagai Jantung Sejarah Kota
Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga menyoroti pentingnya keberadaan perpustakaan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Menurutnya, perpustakaan tidak dinilai dari seberapa ramainya pengunjung, melainkan dari fungsinya sebagai pusat penyimpanan arsip dan data sejarah kota.
“Perpustakaan itu penting sebagai pusat penyimpanan semua arsip. Kalau warga ingin menelusuri sejarah, data kependudukan, atau perjalanan kota, semuanya harus ada dan tersimpan rapi di sana. Itu adalah catatan perjalanan hidup kita sebagai individu maupun sebagai kota,” tegasnya.
Tahun Ini: Literasi Dimulai dari Keluarga
Acara tahun ini mengusung tema “Peran Strategis Duta Baca dalam Pengembangan Budaya Literasi di Lingkup Keluarga”. Tema ini dipilih agar membaca tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi sebuah budaya yang ditanamkan sejak di lingkungan rumah.
Laporan Pertanggungjawaban Panitia
Sebelumnya, Ketua Panitia sekaligus Kepala Disarpus ( Dipusip ) Kota Bandung, Dewi Kania Sari (Keni), menyampaikan laporan pertanggungjawaban terkait rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Ia melaporkan bahwa seluruh proses acara berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan untuk menggeliatkan semangat literasi di kalangan masyarakat.
Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan Dikti Wilayah 4 serta berbagai komunitas literasi yang turut memeriahkan kegiatan ini.
Ajunaedi/beritasejabar.id





























