Dibalik Perayaan Hari Kartini Ribuan Ibu Putus Sekolah,Puluhan Single Parent Berebut Beasiswa Gratis.

0
5

BANDING – BERITASEJABAR.id – Senin, 21 April 2026 – Di tengah gegap gempita peringatan Hari Kartini 2026, realitas pahit masih membayangi dunia pendidikan perempuan. Masih banyak ibu dan orang tua tunggal (single parent) yang belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah karena berbagai keterbatasan.

Namun, semangat R.A. Kartini untuk mencerdaskan bangsa mulai terwujud nyata lewat tangan-tangan peduli. Program Beasiswa Gratis Pendidikan Kesetaraan yang digulirkan Yayasan Imam Syafe’i langsung diserbu oleh masyarakat. Hingga saat ini, tercatat puluhan single parent telah mendaftar, membuktikan bahwa keinginan untuk belajar masih sangat tinggi, meski akses selama ini terbentur kendala.

Fenomena ini menjadi pengingat keras bahwa masalah putus sekolah bukan hanya dialami anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Banyak perempuan terpaksa menghentikan pendidikan karena faktor ekonomi, tuntutan mengurus keluarga, hingga pernikahan dini.

“Mereka sebenarnya tidak berhenti sekolah karena tidak mau, tapi karena keadaan yang memaksa. Begitu ada kemudahan akses, mereka langsung bergerak memanfaatkannya,” ungkap perwakilan Yayasan Imam Syafe’i.

Program ini memberikan kesempatan emas bagi masyarakat untuk melanjutkan studi melalui jenjang:

– Paket A (Setara SD)
– Paket B (Setara SMP)
– Paket C (Setara SMA)

Dengan metode pembelajaran yang fleksibel, tersedia secara online maupun offline, program ini sangat cocok bagi para single parent yang memiliki keterbatasan waktu.

Yayasan Imam Syafe’i menegaskan, Hari Kartini seharusnya tidak hanya menjadi upacara atau seremoni semata. Momentum ini harus dijadikan ajang nyata untuk membuka seluas-luasnya akses pendidikan bagi siapa saja, tanpa memandang usia dan status.

Sumber : Yayasan PKBM Taruna Adam Hawa Imam Syafe’i.Editor : Ajunaedi/beritaaejabar.id.