BANDUNG – BERITASEJABAR.id – Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan dan mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Sekretariat Pondok Pesantren Al Kasyaf dan Generasi (SPPG) resmi meluncurkan program inovatif bernama Fusion atau Food Supply Integration Opportunity Network. Acara peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya revitalisasi Dapur SPPG yang dirancang khusus untuk mendukung pelaku usaha mikro.
Kegiatan yang berlangsung di SPPG Bandung, Cileunyi, Cimekar 1, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 16 April 2026 ini, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, pejabat pemerintah daerah, hingga perwakilan kementerian. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diharapkan dapat menjadi jembatan antara produsen pangan, pengolah, hingga pasar.
Hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut, Pendiri Yayasan Ponpes Al Kasyaf,Dr Kyai H. Geovani,ketua Yayasan Ponpes Al Kasaf Kristy dalam sambutannya, Kristy menyampaikan apresiasi atas langkah strategis ini dan berharap program Fusion dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi umat.
Turut hadir memberikan dukungan, Perwakilan Kementerian UMKM, Riza Damanik. Kehadiran perwakilan kementerian ini menunjukkan bahwa program yang digulirkan SPPG selaras dengan kebijakan nasional dalam pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM. Riza menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor agar produk lokal bisa lebih berdaya saing dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Dari sisi pemerintahan daerah, acara ini juga diisi oleh unsur pemerintahan Kecamatan Cileunyi, antara lain Kasi Sosial Budaya (Sosbud) Gumilar Sjafatie, serta Kasi Pemberdayaan Masyarakat Dani. Kedua pejabat kecamatan ini menyambut baik inisiatif yang dinilai sangat positif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di wilayah Cileunyi khususnya.
Selain itu, hadir pula Koordinator SPPG Kecamatan Cileunyi Abnu Malik, beserta jajaran pengurus serta tamu undangan lainnya yang terkait dengan sektor pangan dan usaha mikro.
Program Fusion (Food Supply Integration Opportunity Network) digagas sebagai sebuah jaringan integrasi rantai pasok pangan yang modern. Konsep ini bertujuan untuk menyatukan berbagai elemen mulai dari petani, pengolah makanan, hingga pelaku UMKM kuliner dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Melalui Fusion, diharapkan terjadi efisiensi distribusi, peningkatan kualitas produk, serta terbukanya peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku usaha. Program ini dirancang tidak hanya sebagai wadah bisnis, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah peresmian revitalisasi Dapur SPPG. Dapur ini didesain khusus dengan konsep “Ramah UMKM”, yang dilengkapi dengan fasilitas produksi yang layak, higienis, dan sesuai standar.
Dapur ini nantinya dapat digunakan oleh para pelaku usaha untuk memproduksi makanan dalam skala yang lebih baik, mendapatkan pendampingan teknis pengolahan, hingga pengurusan perizinan dan sertifikasi halal. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan produk-produk UMKM lokal dapat naik kelas, lebih higienis, dan diminati oleh pasar yang lebih luas.
Melalui peluncuran Fusion dan revitalisasi dapur ini, SPPG berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam memberdayakan masyarakat. Sinergi antara yayasan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan kunjungan ke area dapur yang telah direvitalisasi, di mana para tamu undangan dapat melihat langsung fasilitas yang siap digunakan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung.
Ajunaedi





























