Venny Noveny Paparkan Permensos No.9 Tahun 2025 Tentang Karang Taruna Dan Strategi Persiapan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045.

0
70

PANGALENGAN – BERITASEUABAR.id – Sabtu 10 Januari 2026 – Venny Noveny S.S anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Komisi B dari Fraksi Partai Demokrat Dapil 3, menjadi narasumber dalam acara temu komunikasi dengan karang taruna Muda Sejahtera desa Bojongsoang dan unsur pemuda yang diadakan pada Sabtu 10 Januari 2026 di Cibolang, Pangalengan kabupaten Bandung.

Acara yang bertemakan ” The Next Generation Youth Leadership ” ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait ini menghadirkan pembahasan terkait perubahan peraturan menteri sosial serta strategi persiapan generasi muda menghadapi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

Hadir dalam kesempatan tersebut tidak hanya ketua dan pengurus Karang Taruna Desa saja,di hadiri juga Pemerintahan desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang kabupaten Bandung,Babinkamtibmas Desa Bojongsoang, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur terkait yang berkepentingan dengan pengembangan potensi pemuda di wilayah tersebut.

Dalam paparannya, Venny Noveny menjelaskan tentang perubahan yang terjadi pada peraturan yang mengatur karang taruna. Sebelum pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, karang taruna diatur dalam Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 25 Tahun 2019.

Namun, seiring dengan perkembangan kebijakan pada masa pemerintahan saat ini, telah diterbitkan perubahan Permensos Nomor 9 Tahun 2025, yang membawa beberapa perubahan signifikan dalam ketentuan-ketentuannya. Salah satu poin penting yang diubah adalah terkait dengan usia dan status keaktifan karang taruna, di mana ketentuan mengenai batasan usia yang sebelumnya menjadi acuan untuk keaktifan kini tidak lagi diatur secara spesifik dalam peraturan terbaru tersebut.

“Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kepemimpinan yang akan menjawab tantangan generasi emas, penting bagi kita untuk memahami bahwa ada beberapa pasal dalam peraturan menteri yang mengalami penyempurnaan, termasuk yang berkaitan dengan pengaturan karang taruna sebagai wadah pengembangan potensi pemuda,” jelas Venny Noveny

Selain membahas perubahan peraturan,Venny Noveny juga menyampaikan tiga kunci utama yang harus menjadi perhatian generasi muda dalam mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas:

1. Memiliki Visi dan Target Jelas

Menurut Venny, generasi muda harus memiliki visi dan target yang jelas dalam hidup dan berorganisai Tanpa target yang pasti, langkah-langkah yang diambil akan kurang fokus dan sulit mencapai hasil yang optimal. “Ketika adik-adik muda punya target yang jelas, secara otomatis akan muncul misi-misi serta perencanaan yang terstruktur untuk mencapai target tersebut. Sebaliknya, tanpa target, hidup akan terasa tidak memiliki arah dan sulit untuk berkembang secara maksimal,” ujarnya Venny Noveny

2. Meningkatkan Produktivitas Waktu

Waktu yang dimiliki setiap orang adalah sama, yaitu 24 jam dalam sehari, namun hasil yang diperoleh bisa sangat bervariasi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tingkat produktivitas dalam pemanfaatan waktu. “Contohnya saja, pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri akan memiliki hasil yang berbeda dengan mereka yang kurang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Masa depan kita sangat ditentukan oleh bagaimana kita bisa mengoptimalkan setiap detik waktu yang kita miliki,” papar Venny Noveny

3. Kolaborasi Berbasis Phentahelix

Untuk mencapai kesuksesan dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas, generasi muda perlu memahami dan mengimplementasikan konsep kolaborasi phentahelix. Lima elemen yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah:

– Pemerintahan
– Ruang usaha (swasta)
– Media massa
– Masyarakat
– Akademisi

“Kolaborasi antara kelima elemen ini menjadi kunci penting untuk memastikan eksistensi dan perkembangan pemuda dapat berjalan dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan negara,” tambah Venny Noveny

Venny juga menekankan bahwa Indonesia Emas tidak akan menjadi kenyataan hanya dengan harapan semata. Zaman yang semakin digital menghadirkan berbagai peluang, tetapi juga tantangan yang harus dihadapi dengan persiapan yang matang.

“Jika adik-adik muda sekarang tidak mempersiapkan diri dengan baik, maka ketika masa Indonesia Emas tiba, kita hanya akan menjadi penonton saja. Bonus demografi yang kita miliki saat ini adalah potensi besar yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika tidak dipersiapkan dari sekarang, maka potensi tersebut akan hilang dan tidak dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan bangsa,”Harap Venny Noveny

Acara yang berlangsung dengan antusias ini diharapkan dapat menjadi awal dari gerakan bersama dalam mengoptimalkan potensi pemuda di Desa Bojongsoang dan sekitarnya untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.” Pungkas Venny Noveny

Narasumber : Venny Noveny anggota DPRD kabupaten Bandung.

Editor : Ajunaedi/beritasejabar.id