Anggaran Jumbo Rp.250 Milyar Tetap Tak Bisa Hentikan Antrian Panjang Dan Pelayanan Lambat di RSUD Bandung Kiwari ” Warga Keluhkan DPRD Desak Perbaikan Serius “.

0
68

KOTA BANDUNG – BERITASEJABAR.id – Per awal Januari 2026, keluhan masyarakat Kota Bandung terkait pelayanan di RSUD Bandung Kiwari semakin menggema, dengan fokus utama pada kelambanan pelayanan dan antrean yang tak terkontrol di Instalasi Gawat Darurat (IGD), meskipun anggaran kesehatan kota yang dialokasikan untuk rumah sakit ini tergolong besar.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung telah mengeluarkan desakan tegas untuk melakukan perbaikan serius terkait berbagai permasalahan yang muncul. Selain lambatnya pelayanan dan antrean panjang di IGD, keterbatasan jumlah kamar rawat inap juga menjadi poin krusial yang tidak sebanding dengan tingginya jumlah pasien yang datang setiap hari.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, secara khusus menyoroti keluhan warga mengenai kurang sigapnya tanggapan petugas medis dan non-medis saat menangani pasien, terutama di unit IGD yang sering menjadi titik awal keluhan akibat antrean yang bisa mencapai beberapa jam. Menurutnya, desakan perbaikan signifikan sangat penting mengingat RSUD Bandung Kiwari menerima alokasi anggaran operasional yang tidak sedikit – mencapai sekitar Rp250 miliar untuk tahun berjalan.

Selain permasalahan pelayanan dan antrean, keterbatasan fasilitas juga menjadi sorotan utama. Kamar rawat inap yang tersedia belum mampu menampung seluruh pasien yang membutuhkan perawatan intensif atau rawat inap jangka panjang, sehingga terkadang pasien harus ditempatkan di ruang tunggu atau dipindahkan ke rumah sakit lain jika memungkinkan.

Tak hanya masalah terkini, RSUD Bandung Kiwari juga pernah menghadapi insiden serius pada Februari 2023, ketika kebakaran terjadi di Ruang Intensive Care Unit (ICU) yang menyebabkan kepanikan di antara pasien, keluarga, dan petugas. Meskipun insiden tersebut telah ditangani dan dilakukan evaluasi keamanan pada waktu itu, kasus masa lalu tersebut semakin menguatkan tuntutan masyarakat dan DPRD agar manajemen rumah sakit melakukan peningkatan mutu secara menyeluruh.

Dalam situasi terkini Januari 2026, DPRD Kota Bandung menekankan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen, kapasitas fasilitas, dan kinerja petugas harus segera dilakukan jika pelayanan tidak menunjukkan perbaikan yang nyata seiring dengan besarnya anggaran yang telah dialokasikan. Kondisi ini menuntut komitmen penuh dari manajemen RSUD Bandung Kiwari untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, agar sesuai dengan harapan masyarakat dan tanggung jawab yang diberikan oleh pemerintah kota.

Ajunaedi/beritasejabar.id/Selasa 27 Januari 2025.