Bagja Korban Hanyut di Sungai Cikandang Garut Selatan Sudah Ditemukan Upaya Pencarian Diberhentikan.

0
31

GARUT – BERITASEJABAR.id — Senin, 2 Maret 2026 – Setelah melalui upaya pencarian yang intensif selama lebih dari satu hari, jenazah korban yang terbawa arus Sungai Cikandang, yaitu Bagja Bin Robi dan ibunya bernama Cicin, berhasil ditemukan pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). jenazah ditemukan di sekitar kawasan Kampung Bolang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Garut.

Kejadian awal terjadi pada hari Minggu (1/3/2026) siang hari, ketika Bagja, serta empat orang lainnya yakni Bian, Alam, Ujang, dan Isan sedang berada di sekitar pinggiran Sungai Cikandang untuk melakukan aktivitas bersama. Tak disangka, kondisi arus sungai yang cukup deras pada saat itu menyebabkan terjadinya kecelakaan. Ke empat orang lainnya yang bersama Bagja berhasil menyelamatkan diri dengan segera mencari tempat yang aman, namun sayangnya Bagja tidak dapat menghindari arus yang menggerus dan terbawa hilang.

Setelah kejadian terjadi, pihak keluarga segera melaporkan kepada aparatur desa dan kepolisian setempat, yang kemudian menggerakkan tim pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk menemukan korban. Jenazah Bagja pertama kali ditemukan oleh Ovin, seorang petani yang sedang mengambil rumput untuk pakan ternaknya di tepian sungai. Tak lama kemudian, tim SAR yang melakukan penyelidikan di lokasi sekitarnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung mendapatkan penanganan awal yang sesuai dengan adat istiadat lokal dan ketentuan kesehatan masyarakat. Proses pembersihan dan penyiapan jenazah dilakukan dengan penuh rasa hormat oleh petugas kesehatan dan elemen masyarakat yang membantu. Dalam proses penanganan jenazah ini, pihak berwenang mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, antara lain Babinsa Desa Tanjungjaya, anggota Divisi Keamanan Masyarakat (Binmas) Polsek Pakenjeng, serta Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pakenjeng. Selain itu, dua rombongan Tim SAR dari Batalyon Bungbulang dan Tim SAR Kecamatan Pakenjeng juga turut andil aktif dalam proses pengambilan jenazah dari lokasi kejadian hingga menyelesaikan tahap persiapan pemakaman.

Setelah seluruh proses penanganan dan persiapan selesai, jenazah Bagja Bin Robi dan Binti Cicin kemudian dimakamkan secara langsung pada hari yang sama di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kampung Bolang. Upacara pemakaman dihadiri oleh keluarga dekat, tetangga, serta perwakilan dari pemerintah desa dan kepolisian setempat yang menyampaikan rasa belasungkawa mendalam.

Setelah mendapatkan konfirmasi resmi dari keluarga dan pihak berwenang bahwa jenazah telah ditemukan dan dimakamkan dengan layak, upaya pencarian yang telah berjalan sejak hari Minggu lalu pun resmi diberhentikan.

Kapolsek Pakenjeng beserta Kepala Desa Tanjungjaya dalam siaran resmi menyampaikan dukungan dan belasungkawa mendalam kepada keluarga besar korban. Mereka juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian ketika berada di sekitar sungai, terutama pada musim yang cenderung menyebabkan debit air meningkat dan arus sungai menjadi lebih deras.

Kepergian Bagja tentu saja memberikan dampak yang sangat mendalam bagi keluarga, terutama bagi ayah Bagja, Robi, dan keluarga besar yang tinggal di Kampung Nangkaruka, Pasirlangu Nagrak. Keluarga besar Robi telah merencanakan untuk menggelar acara tahlilan dan doa bersama di rumah duka pada beberapa hari ke depan, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum.

Ajunaedi/beritasejabar.id