BERITASEJABAR.id , April ,2026 — Suasana kontestasi pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cileunyi Kulon kian memanas. Salah satu nama yang menjadi sorotan warga adalah Setiawan, calon dari Daerah Pemilihan 2 dengan nomor urut 1. Ia tampil membawa komitmen yang tegas: siap melayani serta mengawal setiap aspirasi masyarakat dengan sepenuh hati dan tanpa kompromi apa pun.
Mengusung visi “Desa Maju, Warga Sejahtera, Pemerintahan Bersih”, Setiawan hadir bukan sekadar menebar janji manis, melainkan menawarkan arah perubahan yang nyata dan dapat diwujudkan. Menurutnya, pemerintahan desa harus dikelola secara terbuka, adil, dan benar-benar memihak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok atau golongan tertentu.
Dalam pandangannya, selama ini masih terdapat kesenjangan antara kebijakan yang ditetapkan pemerintah desa dengan kebutuhan riil yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa peran dan fungsi BPD harus dikembalikan pada posisinya yang sebenarnya, yaitu sebagai lembaga pengawas yang kuat dan efektif, bukan hanya menjadi pelengkap struktur pemerintahan desa semata.
“BPD tidak boleh diam dan pasif. Lembaga ini harus berani mengawal setiap kebijakan, mengkritisi hal-hal yang kurang tepat, serta memastikan bahwa seluruh program dan keputusan yang diambil benar-benar membawa manfaat dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Setiawan dengan tegas.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun kemajuan desa yang berlandaskan pada kemandirian warga serta kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Semua upaya pembangunan akan dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi nilai musyawarah dan mufakat yang telah menjadi budaya dan kebiasaan hidup masyarakat setempat.
Pemilihan Anggota BPD yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2026 mendatang menjadi momen yang sangat penting bagi seluruh warga Cileunyi Kulon. Momen ini menjadi kesempatan untuk menentukan arah dan langkah kemajuan desa ke depannya.
Setiawan pun mengajak seluruh warga untuk tidak bersikap apatis dan takut dalam menentukan pilihan yang terbaik. Ia meyakini bahwa perubahan yang diharapkan hanya akan terwujud jika seluruh elemen masyarakat berperan aktif.
“Perubahan yang kita harapkan tidak akan datang dengan sendirinya jika kita hanya diam dan pasrah. Inilah saatnya kita bergerak bersama untuk membawa desa ini menuju kemajuan yang lebih baik,” pungkasnya.
Ajunaedi





























